Jumat Sharing #19, Kemendukbangga/BKKBN DIY Ajak Pegawai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah

YOGYAKARTA – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Perwakilan BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menyelenggarakan kegiatan Jumat Sharing ke-19 secara daring melalui Zoom, Jumat (6/11/2026). Mengangkat tema edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, kegiatan ini mengajak seluruh pegawai untuk semakin mengenali, merawat, serta menggunakan Rupiah secara bijak sebagai wujud kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Perwakilan BKKBN DIY, Rohdhiana Sumariati, S.Sos., M.Sc. Dalam pembukaan kegiatan, Jumat Sharing menjadi salah satu ruang berbagi pengetahuan dan wawasan bagi pegawai untuk meningkatkan kapasitas diri, sekaligus memperluas pemahaman mengenai berbagai isu yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Materi edukasi disampaikan oleh Ahmad Yusron Irsyadi dengan mengacu pada program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta. Materi tersebut mengulas tiga pilar utama, yakni Cinta Rupiah, Bangga Rupiah, dan Paham Rupiah.

Cinta Rupiah: Kenali dan Rawat Rupiah

Pada pilar pertama, peserta diajak memahami pentingnya mengenali keaslian uang Rupiah melalui metode 3D, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Melalui metode tersebut, masyarakat dapat memeriksa keaslian uang dengan memperhatikan warna, desain, gambar, benang pengaman, serta perubahan warna pada bagian tertentu. Selain itu, keaslian Rupiah juga dapat dikenali melalui tanda air (watermark), gambar saling isi (rectoverso), dan tekstur cetakan yang terasa timbul ketika diraba.

Tidak kalah penting, masyarakat juga diimbau menerapkan perilaku merawat Rupiah melalui gerakan 5 Jangan, yaitu jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan distapler, dan jangan dibasahi. Kebiasaan sederhana ini merupakan bentuk kepedulian dalam menjaga kualitas uang Rupiah agar tetap bersih, rapi, dan utuh sehingga layak digunakan dalam transaksi.

Bangga Rupiah: Simbol Kedaulatan dan Pemersatu Bangsa

Pilar kedua adalah Bangga Rupiah, yang menekankan pemahaman bahwa Rupiah merupakan simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia sekaligus alat pembayaran yang sah dalam kegiatan perekonomian nasional.

Sebagai mata uang tunggal Indonesia, Rupiah memiliki peran penting dalam mempersatukan seluruh wilayah, mulai dari Sabang hingga Merauke, Miangas hingga Pulau Rote. Penggunaan Rupiah di seluruh wilayah Indonesia menjadi salah satu bentuk nyata dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan bangsa.

Materi ini turut menjelaskan perjalanan sejarah Rupiah hingga menjadi mata uang tunggal Indonesia. Rupiah tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merepresentasikan sejarah perjuangan bangsa dalam membangun negara yang merdeka dan berdaulat.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Rupiah merupakan alat pembayaran yang sah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu, masyarakat perlu membangun kesadaran untuk menggunakan Rupiah dalam setiap transaksi di dalam negeri.

Paham Rupiah: Bijak dalam Berbelanja dan Bertransaksi

Pilar ketiga adalah Paham Rupiah, yaitu kemampuan masyarakat menggunakan Rupiah secara bijak untuk mendukung perekonomian nasional. Salah satu penerapannya adalah membiasakan perilaku belanja sesuai kebutuhan dan menghindari perilaku konsumtif yang berlebihan.

Belanja bijak juga dapat diwujudkan dengan mengutamakan produk dalam negeri. Langkah ini dapat mendukung perputaran roda perekonomian nasional, mengurangi ketergantungan terhadap produk impor, serta membantu memperkuat perekonomian Indonesia. Selain itu, masyarakat perlu memahami perkembangan instrumen pembayaran. Uang kartal, uang elektronik, kartu ATM, hingga QRIS merupakan instrumen pembayaran yang dalam proses transaksinya wajib menggunakan Rupiah sebagai mata uang.

Pemahaman terhadap fungsi uang sebagai satuan hitung, alat pembayaran, dan alat penyimpan nilai juga menjadi bagian penting dalam membangun perilaku keuangan yang sehat. Masyarakat didorong untuk membiasakan hidup hemat dan berinvestasi sebagai bentuk pemanfaatan Rupiah untuk mendukung kesejahteraan diri maupun pertumbuhan ekonomi bangsa.

Melalui kegiatan Jumat Sharing ke-19 ini, diharapkan seluruh pegawai Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan DIY dapat semakin memahami pentingnya gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Semangat Cinta Rupiah diwujudkan dengan mengenali dan merawat Rupiah, Bangga Rupiah dengan menjadikannya simbol kedaulatan dan pemersatu bangsa, serta Paham Rupiah melalui perilaku bijak dalam berbelanja dan bertransaksi.

Sebagaimana pesan dalam edukasi CBP Rupiah, mencintai Rupiah sama dengan mencintai Indonesia, bangga terhadap Rupiah berarti menjaga kedaulatan bangsa, dan memahami Rupiah merupakan bagian dari upaya bersama mewujudkan stabilitas serta kesejahteraan negara.

Cinta, Bangga, Paham Rupiah untuk Indonesia. Dimulai dari Kita!

Penulis : Kristian Setyo Widagdo

Editor : Tiara Rosivanengtyas

Dokumentasi : Gunanto

Rilis : Jumat, 6 November 2026

Related posts